TNI GANDENG PELAYARAN PERKUAT KEAMANAN LAUT
JAKARTA: Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto berkomitmen memperkuat kerja sama dengan maskapai pelayaran untuk meningkatkan keamanan perjalanan perkapalan sipil. Menurut Djoko, keamanan laut akhir-akhir ini terus terusik oleh kejahatan laut transnasional melalui berbagai aksi ancaman dan gangguan para perompak. Mereka berupaya paksa membajak dan memeras setiap kapal sipil yang lewat.
Pada saat yang sama, maskapai pelayaran secara umum tak dilengkapi dengan sistem keamanan eksternal yang dapat melindungi mereka dari kejahatan laut. Keadaan itu pula yang sempat membuat kapal berbendera Indonesia MV Sinar Kudus menjadi korban perompakan pada 16 Maret 2011. Dengan keadaan seperti itu, lanjutnya, ada pemikiran bahwa TNI akan membuka kerja sama dengan Persatuan Pelaut Indonesia atau maskapai pelayaran untuk mengawal kapal laut ke jalur internasional.
“Selama ini antara maskapai pelayaran yang tergabung dalam Persatuan Pelaut Indonesia belum pernah ada perjanjian bersama antara maskapai dan TNI atau Bakorkamla [Badan Koordinasi Keamanan Laut]. Mereka selalu menempuh perjalanan sangat jauh ke Eropa melalui laut, peluang untuk memberi pengawalan pada kapal sangat dibutuhkan,” kata Djoko dalam diskusi People Smuggling, Sea Piracy and Illegal Fishing oleh Bakorkamla, di Hotel Sahid tadi pagi.
Jika usulan kerja sama dari Menkopolhukam disetujui, lanjutnya, TNI akan menempatkan personelnya di atas kapal yang akan berlayar ke jalur internasional yang dianggap rawan perompakan seperti di sekitar Laut Arab. ”Bisa saja nanti para prajurit TNI yang ditugaskan berada di atas kapal itu untuk mengawal. Rencana ini akan dimatangkan dan dikoordinasikan bersama antara Persatuan Pelaut dan Mabes TNI. Panglima TNI sudah membuka kemungkinan kerja sama tersebut,” jelasnya.
Berkaitan dengan status kapal MV Sinar Kudus yang telah dibebaskan oleh para perompak Somalia, Djoko menjelaskan saat ini sejumlah personel TNI sudah ditempatkan di atas kapal tersebut untuk mengawalnya hingga tujuan akhir ke Rotterdam, Belanda. Pasukan yang ditugaskan mengawal adalah pasukan elite TNI-AL. “TNI sudah memberikan pengawalan. Jadi ada prajurit yang on board,” katanya.
Pengawalan itu, lanjutnya, tetap dilakukan pada saat kapal diperbaiki di Wasalala, Oman. Selain diperbaiki, kru Sinar Kudus yang lama juga akan diganti dengan kru yang baru guna menghindari adanya kemungkinan gangguan kesehatan. Berkaitan dengan adanya kabar bahwa para perompak Somalia melanjutkan penyanderaan kapal MT Gemini berbendera Singapura, Djoko mengatakan saat ini sejumlah personel khusus TNI-AL masih bersiaga di atas kapal perang di sekitar Laut Arab.
Seperti yang dikabarkan sebelumnya, kapal MT Gemini yang disandera tersebut berisi sekitar 13 kru berkebangsaan Indonesia, seorang kapten, tiga orang kru dari Korea Selatan, tiga orang warga negara Myanmar dan lima orang warga negara China. Menurut Djoko, jika Singapura ingin menghajar perompak untuk membebaskan kapal MT Gemini yang disandera, Indonesia siap bekerja sama. “Kalau Singapura ingin bekerjasama dengan anak-anak kami yang ada di sekitar perairan tersebut, dipersilakan,” lanjutnya.
Seperti diketahui, kapal tanker MT Gemini membawa lebih dari 28.000 crude palm oil (CPO) dari Indonesia ke Mombasa, Kenya, tapi ditangkap perompak pada Sabtu subuh waktu setempat di perairan Kenya. Pada saat itu, pemerintah Korsel langsung membentuk tim tanggap darurat di Seoul, Singapura dan Kenya, untuk membebaskan MT Gemini dan kru melalui misi penyelamatan yang dipimpin Singapura.

