Untuk teman” yang belum memiliki sertifikat untuk rating ANT-D dan ATT-D, just info untuk jadwal pendidikannya :
Lokasi Pengambilan sertikat :
Pertamina
Jalan Pemuda No 44 – Jakarta Timur
Lama Pendidikan /pelaksanaan : 11 Hari Kerja.
Berikut Jadwal Untuk ANT Dasar dan ATT dasar tahun 2011 ( Tanggal sama )
- Bulan Januari 2011 : Tanggal 25
- Bulan Februari 2011 : Tanggal 8 dan 22
- Bulan Maret 2011 : Tanggal 8 dan 22
- Bulan April 2011 : Tanggal 5 dan 19
- Bulan Mei 2011 : Tanggal 3 dan 18
- Bulan Juni 2011 : Tanggal 7 dan 21
- Bulan Juli 2011 : Tanggal 5 dan 19
- Bulan Agustus 2011 : Tanggal 2
- Bulan September 2011 : Tanggal 13 dan 27
- Bulan Oktober 2011 : Tanggal 11 dan 25
- Bulan Novemver 2011 : Tanggal 8 dan 22
- Bulan Desember 2011 : Tanggal 6
Syarat syarat Pendidikan :
- Usia minimal 18 tahun
- Fotocopy KTP/Tanda Pengenal sebanyak 1 (satu) lembar.
- Memiliki surat keterangan Masa berlayar ASLI dibagian Deck Minimum selama 6 (enam) bulan (dari syahbandar Tg.Priuk)
- Fotocopy Buku Pelaut sebanyak 1 (satu) set yang berisikan sign on dan sign off yang ditandatangani oleh nahkoda kapal.
- Tidak Buta Warna/gangguan telinga(Pemerikaan Dokter: mata, telinga dan buta warna dilaksanakan di Pertamina)
CALON TARUNA BARU DIKLAT PELAUT-III (DP-III)
ANT-III/ATT-III PEMBENTUKAN ANGKATAN-II TAHUN AJARAN
1. Diumumkan kepada para lulusan SMA/SMK atau sekolah yang sederajat. Saat ini industri pelayaran Indonesia dan dunia membutuhkan tenaga kerja pelaut tingkat perwira dalam jumlah yang cukup besar. Untuk menyediakan kebutuhan pelaut tersebut, BP2IP Surabaya sebagai lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan kepelautan di bawah Badan Diklat Kementerian Perhubungan, melaksanakan penerimaan Taruna Baru Diklat Pelaut-III (DP-III) ANT-III/ATT-III Pembentukan Tahun Ajaran 2011/2012, dengan struktur diklat dimaksud sebagai berikut:
a. Lama Diklat : 2,5 tahun (1,5 tahun di kampus dan 1 tahun di kapal)
b. Sertifikat Kompetensi : ANT-III atau ATT-III (Nautika dan Teknika)
c. Sertifikat DKKP : BST,SCRB,MEFA,AFF,MC,RS,AS, ISM Code dan GMDSS
d. Peserta Diklat Diasramakan
2. Pelaksanaan pendaftaran dan Seleksi Penerimaan Calon Taruna Baru Diklat Pelaut-III (DP-III) ANT-III/ATT-III ==> Dilaksanakan di kampus BP2IP Surabaya, Jl. Raya Hang Tuah No.: 5, Surabaya, Kode Pos 60155. Telp 031-3523685, 3558785, Fax. 031-3546028, 3558785. E-mail: info@bp2ip-surabaya.ac.id Website: www.bp2ip-surabaya.ac.id
3. Jadwal kegiatan pendaftaran sampai dengan pembelajaran diatur sebagai berikut :
- Pendaftaran : 17 Januari s/d 01 Juli 2011
- Seleksi Kesehatan Tahap I : 4 s/d 6 Juli 2011
- Pengumuman Seleksi Tahap I : 14 Juli 2011
- Pembayaran Biaya Seleksi Tahap II : 14 s/d 15 Juli 2011
- Seleksi Psikotes : 18 Juli 2011
- Seleksi Kesehatan & Kesamaptaan : 19 s/d 21 Juli 2011
- Seleksi Akademik : 22 Juli 2011
- Seleksi Wawancara : 25 s/d 26 Juli 2011
- Pengumuman Kelulusan Akhir : 05 Agustus 2011
- Daftar Ulang & Pemberkasan : 08 s/d 19 Agustus 2011
- Masuk Asrama : 19 September 2011
Jadwal seleksi sewaktu-waktu dapat berubah dengan pemberitahuan. Peserta yang tidak lulus pada setiap tahap seleksi tidak mendapatkan pengembalian biaya pendaftaran dan seleksi yang sudah dibayar.
Sejarah
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran adalah Pendidikan pelayaran yang berada dibawah naungan Badan Diklat Perhubungan Republik Indonesia. Berdiri sejak tahun 1953 Akademi Ilmu Pelayaran yang menyelenggarakan Program Diploma III (setara dengan BSc) dengan 2 jurusan antara lain: Nautika dan Teknika (sertifikat kompetensi Klas III), lama pendidikan 3-4 tahun.
Pada tanggal 27 februari 1957 AIP diresmikan oleh Presiden Pertama RI Ir. Soekarno. Saat itu juga menjadi Akademi Pelayaran Pertama di Indonesia. Lokasi kampus berada di Jl. Gunung Sahari, Mangga Dua Ancol, Jakarta Utara. Pada tahun 1962 AIP menyelenggarakan kerjasama dengan Akademi Pelayaran Amerika yaitu Kings Point untuk kelas khusus. Sejak didirikan, AIP telah memilki reputasi yang baik sebagai Pusat pendidikan Pelayaran sehingga pada tahun 1974 sampai dengan 1984 AIP berhasil menyelenggarakan pertukaran pelajar dengan Tanzania, Malaysia dan Bangladesh.
Pada tahun 1964 Akademi Ilmu Pelayaran Niaga dan Akademi Telekomunikasi dilebur menjadi Akademi Ilmu Pelayaran. sehingga AIP mendapat lisensi untuk melaksanakan 4 program studi: Nautika, Teknika, Ketatalaksanaan dan Kepelabuhanan (KTK) dan Elektronika & Telekomunikasi. Pada tahun 1983 Akademi Ilmu Pelayaran berubah nama menjadi Pendidikan dan Latihan Ahli Pelayaran (PLAP) dan diberikan lisensi untuk melaksanakan program Strata A, Strata B dan Strata C dengan 4 jurusan: Nautika, Teknika, Telekomunikasi Pelayaran dan Ketatalaksanaan dan Kepelabuhanan (KTK). Strata A merupakan program 3 tahun yang setara dengan BSc dengan sertifikat kepelautan kelas 3, Strata B merupakan program 1 tahun untuk pelaut yang memiliki pengalaman berlayar 2 tahun setelah mengikuti pendidikan Starta A dan memiliki sertifikat kepelautan kelas 2 dan Strata C merupakan program pendidikan dengan sertifikat kepelautan kelas 1. Pada tahun 1998 Institut diberi lisensi untuk menyelenggarakan DIklat Familiarization Training, Basic Safety Training, Proficiency in Survival Craft and Rescue Boat, Advance Fire Fighting, Tanker Familiarization, Oil Tanker, Liquified Gas Tanker, Chemical Tanker, GOC-GMDSS, Medical First Aid Training, Medical Care Training dan Radar /ARPA Training. Dan akhirnya pada bulan april 2002 STIP menempati Kampus baru di Marunda Jakarta Utara.
Sejarah Berdirinya BP2IP Tangerang
BP2IP Tangerang adalah sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan maritim di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Perhubungan. Pembangunan BP2IP Tangerang dimulai 27 Oktober 2002 di atas lahan yang luasnya kurang lebih 18000 meter persegi dan diselesaikan 27 Pebruari 2004. BP2IP Tangerang telah diresmikan pengoperasiannya, berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan, KM. No. 45 tanggal 16 Oktober 2003, oleh Presiden RI, Ibu Megawati Sukarnoputri pada tanggal 27 Pebruari 2004. Pengoperasian BP2IP Tangerang ditujukan untuk penyedian jasa pendidikan dan pelatihan di bidang maritim bagi para generasi muda pada tingkat menengah dan dasar yang disesuaikan dengan peraturan international, STCW 1978 amended 1995.
Visi dan Misi
Menghasilkan Pelaut dengan keunggulan daya saing kompetensi, sesuai Standar Nasional dan International.
MISI
1. Meningkatkan efektifitas pencapaian standar kompetensi peserta didik.
2. Meningkatkan kemitraan kerja dan usaha dengan Perusahaan Pelayaran, Industri Maritim, Organisasi Profesi Pelaut, Lembaga Pendidikan dan Instansi terkait.
3. Mengoptimalkan sumber daya pemeliharaan dan pengembangan fasilitas Diklat.
4. Mengembangkan jaringan pemasaran lulusan BP2IP Tangerang di Kawasan Regional dan wilayah International.
5. Terus menerus meningkatkan keunggulan kualitas kinerja organisasi, agar pada waktunya mampu memberikan pelayanan berkualitas kompetitif dan nilai tambah serta nilai guna kesejahteraan bagi Sivitas Akademik BP2IP Tangerang
Latar Belakang Sejarah
Pada awalnya yakni pada tahun 1982, BP2IP Surabaya bernama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) yang merupakan filial BPLP Semarang, kemudian berubah menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Dasar (BPLPD) Surabaya pada tahun 1990, dan selanjutnya bernama BP2IP Surabaya sejak tahun 2002. Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan, tugas utama BP2IP Surabaya adalah melaksanakan pendidikan dan pelatihan dalam bidang kepelautan tingkat Dasar dan Menengah sesuai standar dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Status dan Tugas
Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya melaksanakan tugas pokok dan fungsinya berdasarkan KM.45 Tahun 2003. Selanjutnya secara intern BP2IP menjabarkannya dalam SK. Kepala yang tertuang di dalam SK. No L.001/HK.2010/IX/BP2IP-SBY 2005. Tugas pokok BP2IP Surabaya adalah melaksanakan pendidikan dan pelatihan dalam bidang kepelautan tingkat dasar dan menengah sesuai standar dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta melaksanakan diklat-diklat teknologi pelayaran lain. BP2IP Surabaya juga dapat menyelenggarakan diklat teknis fungsional kepelautan lain berdasarkan penugasan Kepala Pusdiklat Perhubungan Laut.




