Berikut ini foto-foto ketika kapal membeku di laut:




























Related Posts:
Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Hari Bowo, meninjau KRI Banjarmasin-592 yang disiapkan mengikuti kegiatan Brunei Darusalam fleet review (BFR) 2011, di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Senin (27/6). Dalam acara tersebut akan ditampilkan pula eksibisi industri pertahanan dimana Indonesia juga akan menampilkan ranpur Anoa 6×6 buatan Pindad. Sumber : Pos Kota
Related Posts:
RFS Admiral Panteleyev. (Foto: Ria Novosti)MAKASSAR- Kapal perang Rusia RFS Admiral Panteleyev yang membawa 300 personel, Rabu (25/5/2011) pagi, bersandar di Pelabuhan Terminal Petikemas Makassar, Sulawesi Selatan. Kunjungan kapal tersebut dalam rangka latihan bersama dengan TNI AL Lantamal 6 Makassar dalam menangani perompak. Latihan rencananya akan digelar pada 27 Mei di sekitar perairan Makassar. TNI AL akan melibatkan KRI Oswald Siahaan dalam latihan ini. Menurut Panglima Flotila Armada Pasifik Rusia, Colonel V Sokolov, latihan bersama dengan TNI AL digelar karena kapal-kapal Indonesia yang melintas di Teluk Aden menjadi sasaran empuk perompak Somalia.
Kapal perusak RFS Admiral Panteleyev pernah ditugaskan melakukan misi internasional anti-perompak di perairan Somalia pada 2009. RFS Admiral Manteleyev memiliki panjang 163,5 meter dan lebar 19,3 meter dilengkapi persenjataan rudal antikapal, meriam 30 milimeter dan 100 milimeter, serta dua helikopter KA-Ez Helix. Dalam kunjungan tersebut sebuah kapal sipil Rusia, Fotiy Krylov, juga diikutkan membantu RFS Admiral Panteleyev.
Related Posts:
Indonesia Persiapkan Para Ahli, Putra Bangsa Dalam Alih Teknologi Pembuatan Kapal Selam.
Inilah kebangkitan pertahanan Indonesia, setelah berhasil membangun kapal perang canggih jenis LPD se klas KRI Banjarmasin dan KCR Clurit berpeluru kendali. Meski pemerintah menargetkan industri pertahanan sudah terbangun pada 2024, Indonesia diharapkan sudah bisa memproduksi kapal selam sendiri pada 2020. Untuk itu, seiring dengan jenis kapal selam yang akan dipilih nantinya, Indonesia akan siap memulai alih teknologi pembuatan kapal selam.
“Tahun ini akan kita siapkan insinyur-insinyur kita untuk proses alih teknologinya,” ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Susilo. Tahap awal proses alih teknologi dilakukan dengan mengirimkan sumber daya manusia dari Indonesia untuk terlibat dalam perakitan kapal selam yang dipesan oleh pemerintah ke negara produsen kapal itu. Tahap berikutnya dari alih teknologi adalah perakitan dan produksi sebagian komponen kapal selam di Indonesia.
Susilo mengatakan tahun ini Indonesia berencana memesan dua kapal selam. Pada pemesanan berikutnya diharapkan perakitan salah satu unit yang dipesan bisa dilakukan di tanah air walaupun komponen dan alat-alat utamanya masih diimpor. “Misalnya kita beli tiga, yang dua diproduksi di sana (negara produsen), satu lagi kita rakit di sini,” ujarnya. Susilo mengatakan saat ini potensi pengembangan kapal selam di Indonesia memang belum ada. Industri kapal di dalam negeri belum menguasai teknologi pembuatan kapal selam maupun sumber daya manusia berupa tenaga ahli. Persoalan lain yang dihadapi untuk mengembangkan industri ini adalah investasi yang diperlukan sangat besar.
Related Posts:
1. La Fayette
Inilah frigat futuristik yang pernah berkunjung ke Indonesia. Frigat multimisi kelas La Fayette dibangun oleh Direction des Constructions Navales (DCN) yg bermarkas di Prancis. Hingga detik ini Arab Saudi, Singapura dan Taiwan tercatat sebagai pengguna. Desain siluman bisa dikenali dari struktur yang sangat “bersih” dibanding kapal perang pada umumnya. Superstruktur dibuat dari bahan komposit kayu (wood)dan fiberglass yang lebih keras dari baja, ringan, tahan api, dan menyerap radar (radar absorbant).
Spesifikasi :
Pembuat : Prancis
Tipe : Stealth frigate
Mesin : 4 diesel SEMT Pielstick 12PA6V280, 21000 HP (15400 kW)
Kontraktor utama : DCN
Panjang : 125 m
Kecepatan : 25 knot
Awak : sekitar 60 orang
Related Posts:
Menhan Resmikan KRI Clurit Buatan Palindo
Batam (ANTARA News) – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan kapal Clurit yang memiliki panjang 40 meter, buatan putera-puteri Indonesia yang akan menambah armada mengamankan perairan Indonesia bagian barat. “Dengan ini saya resmikan KRI Celurit,” kata Menteri dalam upacara persemian KRI Clurit di Pelabuhan Kargo Batu Ampar Batam, Senin. Menteri mengatakan KRI Clurit jenis kapal rudal cepat merupakan kebanggaan karena dirancang dan dibangun anak bangsa yang bekerja di PT Palindo Marine, Batam.
“Dengan ini, NKRI memiliki kemampuan menjaga laut, tidak ada lagi sumbangan-sumbangan,” kata Menteri. Peluncuran KRI Clurit-40, kata dia, merupakan jawaban atas rasa tanggungjawab menjaga laut NKRI yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang tinggi. Apalagi, kata dia, selain memiliki kandungan SDA yang tinggi banyak alur perairan NKRI menjadi alur perdagangan internasional.
“Ini sebagai mile stone menuju kemandirian indusri pertahanan,” kata Menteri. Ia mengatakan produksi alutsista tidak akan berhenti pada KRC. Pemerintah akan terus melengkapi persenjataan TNI dengan beberapa kapal lain. Selanjutnya, akan dibuat kapal perusak dan kapal selam. TNI AL, kata Menteri membutuhkan kapal yang kuat hingga mampu hadir dan mengamankan perairan di laut jauh.
Related Posts:
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro pertengahan Agustus lalu me-launching pembangunan kapal perang tempur jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) yang merupakan kapal perang tempur pertama dan terbesar yang akan dibuat di Indonesia di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Pembuatan kapal perang PKR tersebut rencananya dikerjakan oleh PT. PAL selaku industri pertahanan dalam negeri bekerjasama dengan Damen Shipyard-Belanda, selaku pemenang tender. Hadir dalam acara tersebut Panglima TNI Djoko Santoso, Kasal Laksama TNI Agus Suhartono, Wamenhan Letjen TNI Sjafri Sjamsoeddin, Sekjen Kemhan Mardya TNI Eris Haryyanto, S.IP, M.A. dan Dirut PT. PAL Harsusanto serta sejumlah pejabat di jajaran Kemhan, Mabes TNI dan Mabesal.
Selain itu, hadir pula pejabat perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Ristek, Kementerian BUMN, Bappenas dan Anggota Komisi I DPR RI serta perwakilan dari Damen di Indonesia. Dalam sambutannya Menhan mengatakan, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Kemhan dapat me-launching pembangunan kapal perang PKR yang merupakan kapal perang tempur terbesar dan pertama yang akan dibangun di Indonesia yaitu di PT. PAL. Menurut Menhan, pembangunan kapal perang PKR ini sangat penting, mengingat hal ini sejalan dengan salah satu prioritas pembangunan pada pemerintahan Kabinet Indonesia ke II yaitu membangun industri pertahanan dalam negeri. Makna dari pembangunan industri pertahanan dalam negeri adalah semaksimal dan sedapat mungkin agar Alutsista TNI dibangun di dalam negeri.
Kapal PKR (Patroli Kawal Rudal) yang akan dibuat PAL


