PEMERINTAH OPTIMALKAN KAPAL CEPAT RUDAL

JAKARTA – Pemerintah akan mengoptimalkan pengadaan Kapal Cepat Rudal (KCR) untuk pengamanan laut RI wilayah Barat. Hal ini merupakan salah satu upaya pemenuhan kekuatan pokok militer yang diagendakan hingga 2024. ”KCR ini lebih adaptable untuk wilayah barat karena lautnya dangkal. Untuk wilayah timur diutamakan kapal-kapal besar karena disamping lautnya dalam, ombak besar, juga ancaman yang harus dihadapi,”kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai silaturahmi dengan para pemimpin media massa di Kementerian Pertahanan di Jakarta. Dikatakan Menhan, pemerintah menargetkan 10 KCR dalam 5 tahun ke depan. Hal ini karena produksinya bisa dikerjakan di dalam negeri melalui PT.PAL

Menhan menambahkan, untuk memperkuat armada pertahanan laut wilayah timur, pemerintah juga akan membangun kapal sekelas fregat yakni Kapal Patroli Kawal Rudal (PKR). “Kami percayakan pada PT PAL. Harapannya nanti bisa dikerjakan PT.PAL secara menyeluruh. Sekarang baru 40-50 persen local contentnya,”katanya. Dalam 5 tahun ke depan, pemerintah juga akan membangun kapal selam untuk pengamanan wilayah laut Indonesia. Pembangunan kapal selam ini rencananya akan dilakukan melalui join production agar terjadi transfer technology. Kapal Cepat Rudal adalah kapal patroli berukuran 70 meter. Selain dilengkapi senjata, kapal ini juga dilengkapi rudal sesuai namanya.

Sumber : JURNAS

TANGERANG – Seorang Mahasiswa Institut Teknologi Surabaya (ITS) memasukan data ke dalam sistem Monitoring and Control Sea Transportation (MCST) yang merupakan kapal tanpa awak dengan menggunakan sistem auto pilot pada Pameran Inovasi dan Teknologi 2011 di Puspiptek Serpong,Tangerang Selatan, Banten. Pameran tersebut merupakan rangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-16.

rp pr 1312959012 re 455x289 KAPAL TANPA AWAK BUATAN MAHASISWA ITS

Indonesia Persiapkan Para Ahli, Putra Bangsa Dalam Alih Teknologi Pembuatan Kapal Selam.

KapalSelamKRICakra INDONESIA BAKAL BANGUN KAPAL SELAM SENDIRI

Inilah kebangkitan pertahanan Indonesia, setelah berhasil membangun kapal perang canggih jenis LPD se klas KRI Banjarmasin dan KCR Clurit berpeluru kendali. Meski pemerintah menargetkan industri pertahanan sudah terbangun pada 2024, Indonesia diharapkan sudah bisa memproduksi kapal selam sendiri pada 2020. Untuk itu, seiring dengan jenis kapal selam yang akan dipilih nantinya, Indonesia akan siap memulai alih teknologi pembuatan kapal selam.

“Tahun ini akan kita siapkan insinyur-insinyur kita untuk proses alih teknologinya,” ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Susilo. Tahap awal proses alih teknologi dilakukan dengan mengirimkan sumber daya manusia dari Indonesia untuk terlibat dalam perakitan kapal selam yang dipesan oleh pemerintah ke negara produsen kapal itu. Tahap berikutnya dari alih teknologi adalah perakitan dan produksi sebagian komponen kapal selam di Indonesia.

Susilo mengatakan tahun ini Indonesia berencana memesan dua kapal selam. Pada pemesanan berikutnya diharapkan perakitan salah satu unit yang dipesan bisa dilakukan di tanah air walaupun komponen dan alat-alat utamanya masih diimpor. “Misalnya kita beli tiga, yang dua diproduksi di sana (negara produsen), satu lagi kita rakit di sini,” ujarnya. Susilo mengatakan saat ini potensi pengembangan kapal selam di Indonesia memang belum ada. Industri kapal di dalam negeri belum menguasai teknologi pembuatan kapal selam maupun sumber daya manusia berupa tenaga ahli. Persoalan lain yang dihadapi untuk mengembangkan industri ini adalah investasi yang diperlukan sangat besar.

Read more