Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Hari Bowo, meninjau KRI Banjarmasin-592 yang disiapkan mengikuti kegiatan Brunei Darusalam fleet review (BFR) 2011, di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Senin (27/6). Dalam acara tersebut akan ditampilkan pula eksibisi industri pertahanan dimana Indonesia juga akan menampilkan ranpur Anoa 6×6 buatan Pindad. Sumber : Pos Kota
Amerika Serikat (AS) dan Indonesia akhirnya merampungkan latihan gabungan di perairan Selat Sunda pada Minggu (29/5). Simulasi antiperompakan menjadi salah satu agenda Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) ke-17. Menurut komandan ‘Negeri Paman Sam’, TNI Angkatan Laut (AL) sudah cukup siap untuk bergabung ke dalam pasukan gabungan antilanun di Somalia. ”Saya optimis Indonesia bisa bergabung ke dalam komando pasukan gabungan di perairan Somalia, pasukan gabungan 151,” Komodor (Kolonel) Gugus Pasukan 73.1 US Navy David Welch, pada konferensi pers di kapal perusak (destroyer) USS Howard di perairan Selat Sunda, Minggu (29/5). Welch bertugas mengomandani tiga kapal perang AS yaitu USS Howard, USS Ruben James, dan USS Tortuga. Ia mengatakan TNI AL sudah mengikuti seluruh prosedur penyelamatan warga sipil di dalam latihan antipembajakan kapal.
Wakil Komandan Latihan CARAT-17 TNI AL (Letkol) Gandawilaga menyatakan belum ada rencana bergabung dengan komando pasukan gabungan 151 di Somalia. ”Kita masih mau sharing (berbagi) pengalaman dulu,” ujar Gandawilaga kepada para wartawan. Simulasi antiperompakan dilakukan di KRI Imam Bonjol pada Sabtu (29/5) siang. Dalam waktu dua hingga tiga jam, sembilan personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL yang menggunakan sekoci berhasil mengamankan satu pistol dan beberapa senjata laras panjang.
RFS Admiral Panteleyev. (Foto: Ria Novosti)MAKASSAR- Kapal perang Rusia RFS Admiral Panteleyev yang membawa 300 personel, Rabu (25/5/2011) pagi, bersandar di Pelabuhan Terminal Petikemas Makassar, Sulawesi Selatan. Kunjungan kapal tersebut dalam rangka latihan bersama dengan TNI AL Lantamal 6 Makassar dalam menangani perompak. Latihan rencananya akan digelar pada 27 Mei di sekitar perairan Makassar. TNI AL akan melibatkan KRI Oswald Siahaan dalam latihan ini. Menurut Panglima Flotila Armada Pasifik Rusia, Colonel V Sokolov, latihan bersama dengan TNI AL digelar karena kapal-kapal Indonesia yang melintas di Teluk Aden menjadi sasaran empuk perompak Somalia.
Kapal perusak RFS Admiral Panteleyev pernah ditugaskan melakukan misi internasional anti-perompak di perairan Somalia pada 2009. RFS Admiral Manteleyev memiliki panjang 163,5 meter dan lebar 19,3 meter dilengkapi persenjataan rudal antikapal, meriam 30 milimeter dan 100 milimeter, serta dua helikopter KA-Ez Helix. Dalam kunjungan tersebut sebuah kapal sipil Rusia, Fotiy Krylov, juga diikutkan membantu RFS Admiral Panteleyev.
MANADO – Mengamankan wilayah Indonesia yang luas bukanlah semudah yang dibayangkan. Apalagi Indonesia terdiri dari negara kepulauan yang mempunyai wilayah perairan yang sangat luas. Komandan Lantamal VIII TNI AL Laksma Sugiharto, mengaku untuk mengamankan Indonesia pihaknya masih kekurangan kapal. ”Saya memiliki daerah yang menjadi sengketa yaitu Ambalat, sehingga saya diberikan jenis kapal tempur yang selalu beroperasi dengan perbatasan Filipina dan Malaysia. Sekarang idealnya kurang masih, baru tiga, tapi cukup memadai dalam memantau, yang kami gunakan bergantian, dan satu lagi kapal stand by antara Manado dan Tarakan,” jelasnya, di Manado, Jumat (24/6/2011).
Selain itu, dia juga mengaku untuk operasi ini sendiri pemerintah membatasi penggunaan bahan bakar kapalnya, sehingga mau tidak mau harus digunakan secara bergantian. ”Kapal-kapal kecil saya punya untuk operasi terbatas ada delapan, terbatas di pulau pulau saja, dan bahan bakar untuk kapal operasional dibatasi dengan bahan bakar, bagaimana kita dukungan bahan bakar dipatok sekian. Sehingga kita rolling, kadang besar, kadang kecil taktik strategi operasional, tapi tiap hari bergerak, cuma gentian,” tambahnya. ”Supply-nya sudah ada pagunya, kalau itu kan demandnya masyarakat, TNI enggak bisa diganggu,” pungkasnya.
LAUT JAWA – Komandan KRI Rencong-622, Letkol laut (P) Avianto Rooswirawan (kiri) dan Kadep Ops KRI Rencong-622, Mayor laut (P) Agus Joko, berada di ruang Pusat Informasi Tempur (PIT) KRI Rencong, saat uji coba mesin gas turbin di perairan Laut Jawa, Kamis (23/6). Kapal patroli kelas Dagger merupakan salah satu jenis kapal cepat yang dimiliki Koarmatim tersebut merupakan bagian dari persiapan patroli keamanan laut di wilayah timur Indonesia. FOTO ANTARA
JAKARTA – TNI AL dan AL Korea Selatan (ROK Navy) sepakat menjajaki kerja sama penanganan perompakan dan pembajakan, untuk antisipasi perompakan dan pembajakan di Laut Somalia. Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, mengatakan, kedua pihak sepakat untuk saling bertukar informasi hingga melakukan latihan bersama menyangkut teknik dan taktis operasi mengahadapi perompakan serta kejahatan laut lainnya.
Sebelumnya kapal niaga Indonesia dan juga Korea pernah dibajak oleh perombak Somalia. “Kita akan rumuskan lebih rinci lagi, seperti apa bentuk kerja samanya. Yang jelas kita perlu bertukar informasi,” kata Laksamana Pertama Tri Prasodjo menambahkan. Kerja sama penanganan antiperompak antara angkatan laut kedua negara itu, menjadi salah satu topik bahasan forum pembicaraan bilateral angkatan laut kedua pihak (navy to navy talk) ke-8 yang berlangsung akhir pekan lalu di Jakarta.
Selain menjajaki kerja sama antiperompakan, dalam forum tersebut juga dibahas kemungkinan kerja sama operasi bidang kapal selam. Beberapa kerja sama yang telah dilakukan angkatan laut kedua pihak antara lain program pertukaran siswa antara kedua sesko Angkatan Laut pada 2012. TNI AL menawarkan kursus “Maritime Hydro Oceanography” dengan partisipasi perwira junior setingkat kapten atau mayor untuk 2012.
LEBANON – Menjelang akhir penugasan KRI Frans Kaiseipo-368 pada Kamis (16/6) seluruh unsur yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL melakukan Farewell (perpisahan). Tercatat ada 8 Kapal perang Multinasional yang hadir mmemeriahkan acara perpisahan ini. Pada kegiatan ini seluruh unsur MTF UNIFIL memberikan salam perpisahan dan penghormatan kepada KRI Frans Kaisiepo-368. Penghormatan ini diberikan tentunya tidak terlepas dari kerja keras, dedikasi dan peran aktif KRI Frans Kaiisepo-368 dalam melaksanakan berbagai latihan di AMO (Area of Maritime Operation) baik dengan LAF-Navy maupun dengan unsur-unsur MTF UNIFIL. Selanjutnya KRI FKO akan digantikan perannya oleh KRI Sultan Iskandar Muda-366 pada bulan Juli mendatang.
LEBANON – Sejumlah anggota TNI melepas keberangkatan KRI Frans Kaisiepo-368 kembali ke tanah air di Dermaga Beirut, Lebanon, Jumat, (17/6). Selama melaksanakan tugas sebagai PEACE KEEPING di Lebanon, KRI Frans Kaisiepo-368 telah melakukan tugas sebagai MIO (Maritime Interdiction Operation) sebanyak 18 kali, memeriksa 1.405 kapal, mengajukan inspeksi pemeriksaan kapal sebanyak 170 kali dan total di laut selama 180 hari. FOTO ANTARA/HO-Sertu Marinir Kuwadi/ed/pras/11
PONTIANAK – Sejumlah anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) berada di atas kapal Rescue Boat (RB) 214 usai diresmikan, di dermaga Lanal Pontianak, Selasa (21/6). Kapal RB-214 yang memiliki panjang 36 meter tersebut, akan dioperasikan untuk mendukung Operasi Basarnas dalam upaya penyelamatan laut dan sungai di wilayah Kalbar hingga perbatasan dengan Batam di barat, Jakarta di selatan dan Semarang di tenggara. FOTO ANTARA/Jessica Wuysang/ed/nz/11
JAKARTA – TNI AL akan membeli dua kapal survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut baik untuk kepentingan pertahanan dan militer maupun umum. ”Proses pengadaannya sudah di buka untuk pengadaan dua kapal itu,” kata Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Marsetio di Jakarta, Rabu (22/6). Ditemui usai membuka seminar nasional hidro-oseanografi, ia mengatakan, sudah ada beberapa negara yang menawarkan diri untuk membuat dua kapal tersebut. ”Yang jelas sudah ada. Penambahan kapal survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut itu sangat penting, untuk memaksimalkan kegiatan mendapatkan data hidrografi dan oseanografi,” ujarnya.
Kapal pemetaan dan survey bawah laut TNI AL, KRI Dewa Kembar-932
Indonesia Persiapkan Para Ahli, Putra Bangsa Dalam Alih Teknologi Pembuatan Kapal Selam.
Inilah kebangkitan pertahanan Indonesia, setelah berhasil membangun kapal perang canggih jenis LPD se klas KRI Banjarmasin dan KCR Clurit berpeluru kendali. Meski pemerintah menargetkan industri pertahanan sudah terbangun pada 2024, Indonesia diharapkan sudah bisa memproduksi kapal selam sendiri pada 2020. Untuk itu, seiring dengan jenis kapal selam yang akan dipilih nantinya, Indonesia akan siap memulai alih teknologi pembuatan kapal selam.
“Tahun ini akan kita siapkan insinyur-insinyur kita untuk proses alih teknologinya,” ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Susilo. Tahap awal proses alih teknologi dilakukan dengan mengirimkan sumber daya manusia dari Indonesia untuk terlibat dalam perakitan kapal selam yang dipesan oleh pemerintah ke negara produsen kapal itu. Tahap berikutnya dari alih teknologi adalah perakitan dan produksi sebagian komponen kapal selam di Indonesia.
Susilo mengatakan tahun ini Indonesia berencana memesan dua kapal selam. Pada pemesanan berikutnya diharapkan perakitan salah satu unit yang dipesan bisa dilakukan di tanah air walaupun komponen dan alat-alat utamanya masih diimpor. “Misalnya kita beli tiga, yang dua diproduksi di sana (negara produsen), satu lagi kita rakit di sini,” ujarnya. Susilo mengatakan saat ini potensi pengembangan kapal selam di Indonesia memang belum ada. Industri kapal di dalam negeri belum menguasai teknologi pembuatan kapal selam maupun sumber daya manusia berupa tenaga ahli. Persoalan lain yang dihadapi untuk mengembangkan industri ini adalah investasi yang diperlukan sangat besar.
TNI kirim KRI Sultan Iskandar Muda-367 ke perairan Lebanon, salah satu kapal perang tercanggih dan terbaru di jajaran maritim TNI AL
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan akan kembali mengirimkan kapal perangnya bergabung dalam Satuan Maritime Task Force PBB di Lebanon (UNIFIL). ”Sejak 2010, kita telah mengirimkan dua kapal perang bergabung dalam satuan tugas maritim ini, yakni KRI Diponegoro dan KRI Frans Kasiepo,” katanya di seminar Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Jakarta, Selasa (7/6). Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan, Brigadir Jenderal TNI I Gede Sumertha, Panglima TNI mengatakan kapal perang yang akan dikrim ke Lebanon adalah KRI Sultan Iskandar Muda-367. “Kapal akan diberangkatkan pada Agustus 2011,” ujarnya.
Berdasarkan data PBB, Indonesia tercatat berada di urutan 17 sebagai negara dengan kontribusi pasukan paling banyak dalam operasi perdamaian PBB. Sampai April lalu tercatat total pasukan Indonesia yang bergabung di bawah komando PBB sebanyak 1.801 pasukan TNI dan polisi terdiri dari 1.772 personel laki-laki dan 29 personel perempuan.
Jakarta (ANTARA) – Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, banyak negara yang berminat untuk mencari para pelaut dari Indonesia agar dapat bekerja di beragam industri kelautan dan perikanan di negara mereka. ”Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat terobosan baru untuk bagaimana mengatur permintaan yang semakin banyak untuk tenaga kerja pelaut Indonesia,” kata Fadel di Gedung KKP, Jakarta, Rabu. Menurut dia, dalam kunjungannya ke berbagai negara di kawasan Eropa, ternyata sejumlah perwakilan dari negara itu mengemukakan bahwa mereka membutuhkan banyak tenaga kerja seperti untuk mengisi posisi di kapal pesiar.
Menteri Kelautan dan Perikanan menuturkan, pihak negara Eropa membutuhkan banyak tenaga pelaut antara lain karena pekerjaan tersebut ternyata sudah tidak banyak lagi diminati di negara-negara yang terletak di kawasan tersebut. Setelah mendengar hal itu, Fadel menyadari bahwa ternyata terdapat peluang yang bisa diambil sehingga KKP berupaya menciptakan terobosan dengan membuat program lintas kementerian antara lain dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Koperasi dan UKM. Ia memaparkan, terobosan tersebut adalah penyelenggaraan International Job Fair on Marine and Fisheries yang akan digelar di Jakarta, tepatnya di Gedung SMESCO UKM, 23 – 25 Mei 2011.
Saat ini untuk menjadi pelaut, seseorang harus memiliki ijazah-ijazah yang diperlukan, hal ini menyebabkan tumbuhnya sekolah-sekolah pelayaran mulai dari tingkat SLTA sampai ke perguruan tinggi. Tingkatan “Ijazah Pelayaran” sebagai berikut ==> Lulusan SMP dapat melanjutkan ke Sekolah Kejuruan Pelayaran (Setara SMA) dengan Sistim Pendidikan 3 Tahun Belajar teori 1 tahun Praktek Berlayar (PROLA) yang mana lulusan dari SKP ini mendapatkan IJasah setara SMA dan ANT IV.
Ijazah bagi pelaut (perwira) di Indonesia terbagi atas ijazah dek dan ijazah mesin.
1. Ijazah Dek
Ijazah Dek dari yang tertinggi adalah:
- [[Ahli Nautika Tingkat I]] (ANT I) ; dulu Pelayaran Besar I (PB I), dapat menjabat [[Nakhoda]] kapal dengan tak terbatas berat kapal dan alur pelayaran
- [[Ahli Nautika Tingkat II]] (ANT II) ; dulu Pelayaran Besar II (PB II), dapat menjabat:
#* [[Mualim I]]/”Chief Officer” tak terbatas berat kapal dan pelayaran;
#* Nakhoda/”Master” pada kapal kurang dari 5000 ton dengan pelayaran tak terbatas
#* Nakhoda/”Master” kapal kurang dari 7500 ton daerah pantai dan harus pengalaman sebagai Mualim I selama 2 tahun
- [[Ahli Nautika Tingkat III]] (ANT III) ; dulu Pelayaran Besar III (PB III), dapat menjabat: [[Mualim I]]/”Chief Officer” max 3000 DWT
- [[Ahli Nautika Tingkat IV]] (ANT IV) ; dulu Mualim Pelayaran Intersuler (MPI): Perwira kapal-kapal antar pulau
- [[Ahli Nautika Tingkat V]] (ANT V) ; dulu Mualim Pelayaran Terbatas (MPT): Perwira kapal-kapal kecil antar pulau
- [[Ahli Nautika Tingkat Dasar]] (ANT D)








