ARMADA PT. PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia)

1. KM. NGGAPULU

KMNggapulu 5f8e1 ARMADA KAPAL PELNI

Shipyard Author: Jos L. Meyer, Papenburg, Germany
Year of Creation: 2001
Port of Registry: Jakarta

Capacity:
Class IS: 12 People
Class IA: 36 People
Class IB: 56 People
Economy Class: 2026 People
Total: 2130 People

(Route: Balikpapan – Biak – Bitung – Jayapura – Manokwari – Nabire – Pantoloan – Serui – Sorong – Surabaya – Ternate – Tg Priok)

=================================================================================

2. KM. DOROLONDA

KM. DOROLONDA1 ARMADA KAPAL PELNI

Shipyard Author: Jos L. Meyer, Papenburg, Germany
Year of Creation: 2001
Port of Registration: Bitung (North Sulawesi)

Capacity:
Class IS: 12 People
Class IA: 36 People
Class IB: 56 People
Economy Class: 2026 People
Total: 2130 People

(Route: Ambon – Bau-Bau – Fak-Fak – Jayapura – Makassar – Manokwari – Nabire – Serui – Sorong – Surabaya)

======================================================================================

Menhan Resmikan KRI Clurit Buatan Palindo

20110425044212kriclurit250411 INDONESIA MEMBUAT KAPAL SENDIRI (KAPAL PERANG)Batam (ANTARA News) – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan kapal Clurit yang memiliki panjang 40 meter, buatan putera-puteri Indonesia yang akan menambah armada mengamankan perairan Indonesia bagian barat. “Dengan ini saya resmikan KRI Celurit,” kata Menteri dalam upacara persemian KRI Clurit di Pelabuhan Kargo Batu Ampar Batam, Senin. Menteri mengatakan KRI Clurit jenis kapal rudal cepat merupakan kebanggaan karena dirancang dan dibangun anak bangsa yang bekerja di PT Palindo Marine, Batam.

“Dengan ini, NKRI memiliki kemampuan menjaga laut, tidak ada lagi sumbangan-sumbangan,” kata Menteri. Peluncuran KRI Clurit-40, kata dia, merupakan jawaban atas rasa tanggungjawab menjaga laut NKRI yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang tinggi. Apalagi, kata dia, selain memiliki kandungan SDA yang tinggi banyak alur perairan NKRI menjadi alur perdagangan internasional.

“Ini sebagai mile stone menuju kemandirian indusri pertahanan,” kata Menteri. Ia mengatakan produksi alutsista tidak akan berhenti pada KRC. Pemerintah akan terus melengkapi persenjataan TNI dengan beberapa kapal lain. Selanjutnya, akan dibuat kapal perusak dan kapal selam. TNI AL, kata Menteri membutuhkan kapal yang kuat hingga mampu hadir dan mengamankan perairan di laut jauh.